Palak Rekanan. Oknum Kadisparpora Payakumbuh Cemarkan Institusi Kepolisian

Py. Kumbuh. Merapinews.

Sebuah ironi hukum mewarnai institusi Kepolisian di Kota Payakumbuh, setelah oknum Kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga (Kadisparpora) Payakumbuh Dra. Elfira Zaharman, memalak para rekakanan kontraktor yang mendapat paket proyek diinstitusi yang dipimpin mantan Camat Payakumbuh Selatan itu.

Pemalakan itu ia lakukan, untuk menutupi sengkarut hukum yang menimpa dirinya di Kepololisian, setelah tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Payakumbuh melakukan penyelidikan dan penydikan penggunaan anggaran Gowes Pesona Nasional dan Gala Desa yang dihelat tahun 2018 tahun lalu di kota Payakumbuh.

“Setidaknya sekitar Rp. 200 juta anggaran dua kegiatan itu tidak bisa dipertanggung jawaban oknum Kadisparparpora kota Payakumbuh itu”, ujar Wakil Ketua Lembaga Infestigasi Badan Penyelat Aset Negara (LI BAPAN) Sumbar, Zainal Abiddin Hs, diantaranya kata Zainal, dana Gowes Rp. 50 juta dan Gala Desa Rp. 150 juta.

Zainal Abiddin Hs, menyatakan hal itu menjawab pertanyaan, terkait dengan aksi pemalakan (Pungutan liar) yang dilakukan oknum Kadispora kota Payakumbuh terhadap para rekanan kontraktor yang mengerjakan paket-paket proyek yang dipimpim istri sah Sekretaris Daerah (Sekda) kota Payakumbuh Drs. Rida Ananda.

Alasan pemalakan itu, ujar Zainal, untuk menutupi kasusnya yang bergulir ditangan hamba hukum di Polresta Payakumbuh.

Nyanyian para korban pamalakan di warung-warung kopi inilah yang disadap hamba hukum. Meski tidak diperoleh keterangan dari Kapolresta Payakumbuh AKBP Dany Setiawan, sebab ketika dihubungi untuk sebuah konfirmasi Jumat 1/12 lalu, pemegang tongkat komando di Polresta Payakumbuh sedang tugas ke Jakarta.

“Bapak Kapolresta sedang tugas ke Jakarta, itu sebabnya Inspektur upacara, sekaligus pembacaan amanat Kapolresta pada gelar pasukan pengaman Tour De Singkarak (TDS), ke-XI tahun 2019 yang dihalaman Mako Polresta diwakilkan kepada Sekda Kota Payakumbuh Drs Rida Ananda”, ujar seorang pejabat Kepolisian menjawab pertanyaan.

Pada bagian lain Zainal mengungkapkan nilai pemalakan itu berfariasi, berkisar dari 1,5 sampai Rp 2 juta untuk setiap paket proyek yang dikerjakan rekanan. Anehnya kasus ini bagaikan luput dari jangkauan tangan hukum itu sendiri, ujarnya bingung. Padahal, katanya tindakan oknum itu jelas telah mencemarkan institusi Kepolisian RI.

“Kasus itu sendiri tidak duduk”, sergah Sekda Payakumbuh Drs. Rida Ananda menjawab pertanyaan diruang kerjanya kantor Balai Kota Payakumbuh Jumat 2/11.

Namun suami oknum Kadisparpora Dra. Elfira Zahrman itu tidak membantah sengkarut hukum yang menimpa istrinya. “Untuk menetralisir gunjingan itu dalam waktu dekat saya akan pindahkan ia ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainya”, imbuh Rida Ananda berlalu. Meski Rida Ananda tidak menyebut tempat tugas baru istrinya, dalam waktu singkat semuanya sudah terlaksans. (asroel bb)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*